Opencart Performance Guide

At the end of last month, somebody calling me and said that he read my post on opencart forum on how to increase opencart performance. It was a post in 2015, and i am totally forgot about that post.

He ask me to help with his website which at that time only has 40k items. The website load very slow, measured with gtmetrix the statistic was terrible. He said that he want his website as fast as the website i manage which has more than 10 million items (www.booksbeyond.co.id)

The website he own load very slow, measured with gtmetrix.com the statistic was terrible.

I decide to help him to optimize the performance. The result measured again using gtmetrix.com:

What is the optimization? 

  1. Optimize your MySql database, sample from my.cnf setting
    • default-storage-engine=MyISAM
      innodb_file_per_table=1
      performance-schema=0
      max_allowed_packet=1073741824
      open_files_limit=50000
      query_cache_size=256M
      query_cache_type=1
      query_cache_limit=1M
      query_cache_min_res_unit=2K
      thread_cache_size=16K
      long_query_time=1
      tmp_table_size=128M
      max_heap_table_size=128M
      table_open_cache=2K
      table_definition_cache=4K
      key_buffer_size=128M
      slow_query_log = 1
      long_query_time = 1
      slow_query_log_file = /var/lib/mysql/mysql_slow_query.log
      log_queries_not_using_indexes
    • Please note, this setting are related to your server specification (Memory and CPU). 
  2. Install mod_pagespeed. Find more about page speed in https://developers.google.com/speed/pagespeed/module/
  3. Install page cache module on your opencart. I use free module from budgetneon (https://github.com/budgetneon/pagecache)
  4. Install Sphinx Search module on opencart (https://www.opencart.com/index.php?route=marketplace/extension/info&extension_id=18266&filter_search=sphinx)
  5. On opencart setting – server, make sure you set the gzip compression more than 0. 
  6. Make sure that there are no broken link on your website.
  7. Make sure you don’t resize image through css or html. If you want to display 200×200 px image, make the image file exactly 200×200 px.
  8. Minify your css and javascript. You can do it easily using gtmetrix recommendation. Expand the recommendation, click on the “See optimized version” and copy it to replace your original file.

Using my guideline, i can guarantee that your opencart performance will improve a lot. However if you need help, please contact me through ezrakurniadi@yahoo.com

Touring dari Makassar ke Manado – Part 1

28 April – 6 Mei 2018

Kami tidak pernah membayangkan akan melakukan perjalanan lintas Sulawesi dengan menggunakan sepeda motor. Jarak sejauh 2400 km, dari Makassar ke Manado harus ditempuh dalam waktu 7 hari. 

Bersama dengan komunitas Estrella Owner Indonesia akhirnya kami melakukan perjalanan tersebut pada tanggal 27 April 2018. Dengan menggunakan Citilink, salah satu sponsor perjalanan ini, kami terbang dari Jakarta ke Makassar. Motor2 kami sudah dikirim seminggu sebelumnya.
Sampai di Makassar, kami langsung menuju pelabuhan untuk mengambil motor di pelabuhan, dan selanjutnya menuju hotel.

Sore hari, kami menyempatkan untuk menikmati pisang epe di pantai Losari, dan makan malam sebelum akhirnya beristirahat

April 28,
Hari ini kami akan menuju Tana Toraja. Perkiraan waktu tempuh adalah 9 jam dengan total jarak kurang lebih 300 km. Sebelum meninggalkan Makassar kami menyempatkan diri untuk berfoto di Fort Rotterdam.

Setelah perjalanan selama 2 jam, kami berhenti sejenak di rest area Madising 1011. Rest area ini dibangun oleh seorang Bapak yang setengah badannya tidak bisa bergerak karena kecelakaan. Meskipun kondisi yang dialami berat, namun dia tidak pernah menyerah dengan hidupnya. 

Pare Pare, kota kelahiran Habibie

Sekitar jam 4 sore kami sampai di daerah Enrekang, dan beristirahat disalah satu warung kopi yang berada disana. Dari warung kopi tersebut pemandangan yang ada dihadapan kami sangat memukau. Bukit nona, disebut demikian karena bentuknya yang menyerupai miss “V”.

Setelah beristirahat kurang lebih 30 menit kamipun melanjutkan perjalanan dan sampai di Hotel Sahid Toraja sekitar jam 7 malam. Tidak banyak yang bisa dilakukan pada malam hari, jadi kami hanya makan malam di hotel dan beristirahat.

April 29,
Hari ke-2, kami melanjutkan perjalanan menuju Pendolo, Poso. Kalau dilihat dari jarak, menuju Pendolo hanya 200 an kilometer, lebih pendek dibandingkan dengan hari pertama.

Sebelum meninggalkan Toraja, kami mengunjungi beberapa tempat wisata di sana, seperti Pango Pango, Buntu Burake, dan Kete Kesu. Buntu Burake adalah tempat dimana kita bisa melihat patung Yesus yang tertinggi di dunia. Tinggi patung tersebut mencapai 40 meter, lebih tinggi daripada patung yang ada di Rio de Jenairo Brazil. 

Kete Kesu adalah sebuah kampung adat khas Toraja. Disana kami melihat rumah2 asli Toraja yang disebut Tongkonan. Selain itu kami juga melihat kuburan tradisional Toraja dimana orang-orang mati tidak dikubur didalam tanah, tetapi diletakkan di gunung dan gua batu. 

Patung Yesus, Buntu Burake

Sore hari ketika kami sampai didaerah bernama Batupasi, ban belakang motor yang kami pakai kempes, dan kami harus berhenti untuk memperbaikinya terlebih dahulu. Dari total 22 motor di rombongan, ada 4 orang yang menemani sementara yang lain tetap melanjutkan perjalanan.

Karena hari sudah sore, tidak ada bengkel yang masih buka. Beruntungnya salah satu teman kami menemukan bengkel ban yang sekaligus merupakan rumah dari pemiliknya. Meskipun sebenarnya sudah tutup, tapi mereka tetap mau membantu kami untuk mengganti ban dalam motor.

Kami makan malam seadanya di sekitar bengkel tersebut, dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pendolo. Hari sudah malam, hujan, dan kami harus melewati hutan dengan jalan yang berkelok-kelok. Ada satu tempat yang longsor sehingga kami harus melewati lumpur yang tebal agar bisa lewat.

Sekita pukul 10 malam, kami bertemu dengan rombongan depan yang berhenti untuk istirahat dan menunggu kami di sebuah warung dan sekaligus pesta durian. Dari rombongan depan tersebut kami mendapatkan cerita bahwa pemilik warung berkata kalau orang daerah disitu tidak berani lewat hutan tersebut pada malam hari karena merupakan wilayah teroris jaringan Santoso. 

Dari warung tersebut ke hotel sudah tidak jauh, jadi pukul 11 malam kami sudah sampai di Hotel. Pada saat masuk ke halaman Hotel, semua orang sepertinya tertegun, apa benar ini hotelnya…, gelap sekali dan kamarnya seperti kamar kos. Namun karena sudah dibooking dan tidak memungkinkan untuk cari penginapan lain untuk 23 orang, akhirnya kami beristirahat juga disana.

April 30,
Hari ke-3, tujuan selanjutnya adalah Palu dengan jarak kurang lebih 300 kilometer.

Berhubung semalam sampai ke hotel terlalu malam, maka pagi ini kami berangkat lebih siang. Sebelum berangkat kami menyempatkan waktu ke danau Poso yang hanya beberapa langkah dari hotel. Danau Poso sangat indah, namun danau ini juga menjadi saksi bisu atas peristiwa berdarah pada saat terjadinya kerusuhan Poso tahun 1999-2000.

Perjalanan menuju Palu tidak ada hambatan apapun, dan kami sampai di hotel Best Western Palu pada pukul 7 malam. Sebelum beristirahat kami menyempatkan untuk makan Mie Garing Sulawesi yang merupakan salah satu makanan khas di Palu.

Mie Garing Sulawesi

Mei 1,
… bersambung di part 2

Once upon a time

Once upon a time, i am dreaming to write about my journey, my thinking about many things. Now is the time to make the dream come true, so here i am start to write my stories.